jump to navigation

HUKUM MLM July 6, 2008

Posted by inqilabi in Umum.
trackback

tulisan ini sebenarnya adalah tanggapan atas pertanyaan seorang teman tentang haramnya hukum MLM. Adapun studi kasus MLM adalah MLM Tianshi. Berikut tanggapan tersebut

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebelumnya saya ingin mengingatkan, bahwa sumber rejeki adalah dari Allah. Apapun usaha kita, itu hanyalah wasilah datangnya rezeki bukan penyebab datangnya rezeki

“Sesungguhnya Allah memberikan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya” (al Imaran 37)

Berikutnya, saya ingin mengingatkan pada Anda akan materi halaqah yang pernah kita kaji tentang Hukum Syara’ Pasti Mengandung Maslahat. Dalam materi ini, kita telah mengetahui bahwa setiap keputusan syara’ haruslah kita ambil sebagai jalan kehidupan kita karena pasti mengandung maslahat. Jangan terbalik! Tidak setiap maslahat adalah Islam. Sebab, manusia cenderung salah menilai sesuatu itu maslahat atau tidak sebagaimana firman Allah yang artinya

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (Al Baqarah 216)

Jadi, intinya adalah apapun keputusan Islam haruslah kita ambil meski secara kasatmata hal itu amat merugikan kita.

Berikutnya, saya akan mencoba untuk menjelaskan kembali haramnya MLM Tianshi, semoga Anda bisa memahami. Telah Anda ketahui bahwa Islam tidak membolehkan “2 akad dalam 1 transaksi” dan “makelar atas makelar” Tentang 2 akad dalam satu transaksi, dalilnya adalah,

Nabi saw telah melarang dua pembelian dalam satu pembelian (Ahmad, an-Nasa’i, at-Tirmidzi dari Abu Hurairah)

adapaun simsar (makelar) yang diakui dalam Islam adalah seperti yang dijelaskan oleh as-Sarakhsi

simsar adalah sebutan untuk orang yang bekerja untuk orang lain dengan kompensasi (upah atau bonus), baik untuk menjual maupun membeli

Untuk poin pertama, 2 akad dalam satu transaksi. Apakah akad itu? akad adalah suatu persetujuan atas transaksi tertentu antara kedua belah pihak atau lebih. Apakah transaksi itu? transaksi adalah interaksi antara kedua belah pihak atau lebih untuk mencapai persetujuan itu sendiri. Misalnya, ada penjual A dan pembeli B melakukan interaksi jual beli – sampai di sini kedua pelaku sedang bertransaksi – hingga nantinya ditemukan kesepakatan penjual A menjual barangnya dengan harga yang telah disepakati pembeli B – sampai di sini kedua pelaku telah memenuhi akad jual beli.

Dikatakan satu transaksi itu menghasilkan dua akad – yang tidak diperbolehkan oleh Islam – ketika ‘akad yang disepakati’ mengikat ‘akad lain’. Misalnya pada kasus yang sama di atas, rupanya akad jual beli yang disepakati itu mengikat akad lain misalnya pembeli A harus mau menjual mobilnya, atau menyewa rumah, atau menjadi buruh sementara pembeli A dan akad-akad lain. Faktor akad satu yang mengikat akad lainnya itulah yang tidak diperbolehkan.

Dalam aktivitas MLM Tianshi telah tergambar – sesuai apa yang saya pahami – bahwa ketika kita hendak menjadi distributor MLM Tianshi itu artinya kita sedang bertransaksi kepada pihak MLM Tianshi. Ketika kita telah resmi menjadi distributor MLM Tianshi maka terpenuhilah satu akad. Akad distributor seperti yang kita ketahui bersama adalah akad jasa mengantarkan atau memasarkan barang dagangan ke konsumen. Lalu kita mendapatkan upah atas terlaksananya jasa ini. Itulah akad distributor yang diakui Islam. Transaksi ini tetaplah halal selama tidak mengikat akad yang lain. Kenyataannya, akad distributor mengikat akad jual beli. Buktinya, selain kita didorong untuk memasarkan produk Tianshi kita pun terikat untuk membeli produk Tianshi, yang dengan membeli produk tersebut hingga tingkat tertentu akan menambah pangkat kita. Inilah 2 akad dalam 1 transaksi didalam MLM Tianshi. Bahkan pada makelar tingkat tinggi, akad distributor mengikat akad direktur sehingga ia pun didorong untuk memimpin makelar yang berada di tingkat bawah. Inilah 3 akad dalam 1 transaksi di dalam Tianshi. Inilah yang tidak diperbolehkan oleh Islam.

Itu poin pertama keharaman MLM Tianshi dari sisi 2 akad dalam satu transaksi. Poin yang kedua adalah ‘makelar atas makelar’. Islam mengakui makelar adalah penghubung antara penjual dengan pembeli. Tugasnya adalah memasarkan produk penjual kepada konsumen yang bila terlaksana maka pihak makelar dapat upah dari penjual. Konsep ini dilanggar oleh pola marketing Tianshi. Dalam aktivitas MLM Tianshi – yang saya pahami – pada tingkat bintang tiga dan terus ke atas senantiasa membawahi makelar tingkat bintang di bawahnya membentuk suatu jaringan makelar. Efeknya, makelar yang berada pada tingkat atas tidaklah menjadi penghubung antara penjual dengan pembeli tetapi penghubung antara penjual dengan makelar yang ada di bawahnya dalam bentuk kepemimpinan. Begitu pula makelar yang berada pada tingkat bawah tidaklah menjadi penghubung antara penjual dengan pembeli tetapi penghubung antara makelar yang ada dibawahnya dengan konsumen. Inilah fakta makelar atas makelar yang di dalam Islam.

Itulah dua poin keharaman pada konsep MLM Tianshi. Adapun pada produk Tianshi sendiri, Islam memperbolehkannya karena memang bawang halal. Inilah sekiranya penjelasan yang dapat saya berikan pada Anda tentang keharaman MLM Tianshi. Memang berat rasanya jika kita sudah mencapai pada bintang yang tinggi lalu kita meninggalkannya yang konsekuensinya kita akan kehilangan investasi yang tidak sedikit. Namun, yakinlah, Allahlah pemberi rezeki. Insya Allah akan diganti rezeki yang dihasilkan dari sumber yang haram dengan rezeki yang dihasilkan dari sumber yang halal karena Allah lah pembuka dan penutup pintu Rezeki. Wallahualam bisshawab

Comments»

1. andre - January 12, 2009

trims atas penjalasan z… terus terang saya juga ragu,,, jadi sebelum gabung Ke MLM Tshi saya googling dulu.. eh nemu tulisan ini.. emang sih bisnis MLM bisa membuat orang menjadi kaya (saya percaya itu 100%),, tapi setidaknya masalah ini harus dilihat secara makro bukan hanya tujuan menjadi kaya atau bebas waktu.. dengan melihat sistem yang ada umumnya sistem MLM berbentuk piramida,, tampak z hanya akan membuat segelintir orang untuk menjadi kaya.. sungguh sebuah realitas yang tidak adil.. bukan?? downline mati-matin mencari anggota baru,, sementara mereka yang sudah mendapat pasive income bisa ber haha hihi.. Oia tp kalaupun nanti saya gabung di bisnis ini, tujuan saya hanya ingin coba produknya ya buat dipakai sendri aja,, kalu bagus kan gk rugi2 amat join cz kita bisa membeli dengan harga distributor.. klo gak,, ya rugi2 dikit itu c biasa.. heehehe

2. Irman - March 23, 2009

ass..

saya irman..
saya mau menanyakan..

di forum lain ada yang di perbolehkan orang islam memakai system MLM karena MLM itu adalah Silaturahmi, karena dalam bisnis MLM, dianjurkan dari orang-orang terdekat dahulu, seperti anggota keluarga dan sahabat. Kepada merekalah, kunjungan dilakukan untuk memperkenalkan bisnis ini. Lalu, dilanjutkan dalam aspek yang lebih luas, tetangga, relasi, maupun kenalan-kenalan baru.

Jadi keuntungan MLM:

Pertama, keuntungan amal shaleh.

Kedua, keuntungan membangun nama baik.

Ketiga, keuntungan menambah ilmu, pengalaman dan wawasan.

Keempat, keuntungan membangun tali silahturahmi atau relasi yang baik.

Kelima, keuntungan yang tidak sekadar mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, melainkan bagi banyak orang dan memuaskan orang lain..

tolong di jawab MOD

3. ARY - November 3, 2009

ASSALAMU ALAIKUM sebenarnya orang yg usaha itu seLALU diawali dengan yang namanya mulai dari 0. angka aja mulai dari 1 samapai 10. maksud saya antara bintang tnggi dengan yang rendah sebenarnya sama aja yang tinggi juga pernah rendah. jadi masalahnya yang mau sy tanyakan bisnis memang perlu dimulai dari awal PASTI AWAL AKAN BERSUSAH PAYAH , KERJA KERAS DAN BANTING TULANG NAMUN APABILA SUDAH MELALUI PROSES TERSEBUT MAKA AKAN MEMETIK HASILNYA…… SEKARANG MALAH DIHARAMKAN…….. APAKAH SEMUDAH ITU ANDA MENGATAKAN HARAM SEMENTARA ANDA SAJA HIDUP DIDUNIA INI MULAINYA DARI KECIL HINGGA BESAR SEPERTI SKRG INI…. JADI SAYA HARAP SEBELUM MENGHARAMKAN TOLONG DIKAJI KEMBALI….. SAYA MASIH BINGUNG DENGAN PENJELASAN HARAMNYA MLM YG KEDUA INI….WASSALAM

4. agil fitranto rizkyandaru - November 6, 2009

Assalamualaikum Wr. Wb.

Terimakasih atas artikelnya. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
1. bagaimana hukumnya dengan makelar dengan menggunakan internet (affiliate marketing)?
2. apakah boleh menjadi makelar atas makelar? soalnya, biasanya affiliate marketing seperti itu
3. apakah ada batasan terhadap besarnya upah jasa makelar?
4. jika misalnya penjual telah menambah harga barangnya sebagai antisipasi penyesuaian terhadap upah kepada makelar sebelum bertemu dengan makelarnya, bolehkan kita menjadi makelar atas penjual yang demikian?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: