jump to navigation

REPORTASE Training For Mentor LP3M 2008 July 21, 2008

Posted by inqilabi in Dokumentasi.
trackback

Seru dan menyenangkan. Itulah anggapan seluruh peserta TFM 2k8 “Road to Pacet” yang di adakan LP3M ITS selama 3 hari 2 malam di Pacet, yang merupakan daerah dataran tinggi di Kabupaten Mojokerto. Antusiasme peserta terlihat mulai dari awal hingga akhir acara. Training yang dilaksanakan dalam rangka persiapan anggota LP3M untuk menjadi mentor berkualitas memang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, sehingga acara berjalan lancar hinga akhir acara.

Peserta berkumpul di Masjid Asy-Syafiiyah untuk persiapan pemberangkatan. Rombongan berangkat pukul 2 siang. Perjalanan menuju pacet diawali dengan melewati jalanan kota yang padat dan berasap. Dilanjutkan dengan melewati jalanan yang menanjak. Rombongan Perjalanan berlangsung selama 2 jam. Sesampai di pacet peserta singgah di terminal, disana mereka telah disambut dinginnya udara pacet.

Di penginapan peserta segera istirahat dan bersih diri karena waktu magrib hampir tiba. Selesai sholat dilanjutkan tadarus dan makan malam. Sesi pertama yaitu sesi sharing dimulai setelah sholat isya’ dan kultum dari peserta training. Suasana hangat nampak ketika satu persatu, baik peserta maupun panitia, mengutarakan kisah mereka hingga mereka bisa terjun ke dunia dakwah. Berbagai kisah unik, menarik bahkan lucu muncul dari kisah yang mereka utarakan. Sesi berakhir pukul 10 malam, dilanjutakan istirahat.

Esoknya peserta bangun jam 3 pagi untuk qiyamul lail , dilanjutkan sholat subuh berjamaah di masjid. Setelah sholat peserta kembali ke penginapan untuk tadarus dan kultum. Sesi kultum merupakan sesi yang terus ada setelah sholat berjamaah. Peserta TFM secara bergiliran mengisi kultum tersebut. Selesai kultum dilanjutkan dengan olahraga pagi dan bersih diri setelah olahraga. Hari kedua merupakan hari materi. Akan ada 4 materi yang akan disampaikan pada hari itu. Materi pertama disampaikan Mas Sugiono tentang jati diri pengemban dakawah. Di sini peserta benar-benar ditempa untuk menjadi pengemban dakwah sejati. Setelah materi indoor, materi dilanjutkan outdoor di air terjun. Di sana peserta diajak untuk melihat keindahan alam pacet sambil latihan berorasi.

Materi ke-2 disampaikan oleh Mas Alvin yaitu tentang membentuk manusia yang unggul dalam menghadapi hambatan dan tantangan di masa depan. Di materi selanjutnya yang tak kalah seru yaitu komunikasi efektif, kembali di sampaikan oleh Mas Sugiono. Sebelum menginjak materi ke-4, peserta masak bareng untuk makan malam. Para peserta bahu-membahu menciptakan masakan yang mak nyuss untuk dinner. Materi terakhir disampaikan Mas Ambar tentang Muta’ah(Mengikuti). Materi ini tentang bagaimana kita dapat mengontrol mente-mente(oarng yg ikut mentoring) kita sehingga mereka merasa nyaman dengan mentoring kita.

Hari Minggu peserta di ajak untuk untuk out bond yang luar biasa seru. Paginya setelah olahraga, peserta berangkat menuju tempat out bond dengan jalan kaki. Awalnya peserta senang karena kata panitia jaraknya tidak begitu jauh, tapi nyatanya jaraknya hampir 4 km apalagi jalan menuju tempat out bond menanjak . Peserta semapat kelelahan akibat jalan menanjak tersebut, tapi denga semanagt juang tinggi peserta mampu melewatinya hingga tempat yang dituju. Sesampai di tempat, peserta istirahat sejenak sambil makan kue yang disediakan panitia. Ada 4 permainan asyik namun penuh makna yang dimainkan pada outbond kali ini. Ada permainan Gajah-Semut, Minesweeper, Menyebrangi lautan dan permainan Save Your Mente.

Permainan paling seru adalah Save Your Mente. Permainan ini merupakan permainan kelompok, dimana dari setiap kelompok yang terdiri dari empat sampai lima orang akan membawa bambu sepanjanng 8 meter unutk dibawa hingga pembemberhentian terakhir yaitu air terjun yang berada di puncak. Bambu tersebut harus terus dipegang tiap peserta hingga ujung permainan tanpa noleh melepasnya walau sesaat. Bambu tersebut dinggap sebagi mente yang harus terus dijaga jangan sampai lepas oleh mentornya hingga dia berhasil menjadi seorang mentor yang sukses. Untuk sampai ke air terjun di puncak tidaklah mudah. Tak hanya jalannya yang menanjak, peserta juga harus melewati berbagai ringtangan yang telah dipersiapkan oleh panitia.

Pada rintangan pertama tiap kelompok harus melewatkan bambu yang dibawa ke dalam lingkaran dari ban. Ada empat lingkaran yang harus dilewati. Kegagalan diraih kedua kelompok pada permainan ini. Mereka sampai mengulang beberapa kali agar berhasil. Tapi, pada ringtangan kedua peserta melewatinya dengan lancar. Tantangan terakhir adalah membawa bambu hingga air terjun di puncak.

Perjuangan peserta pun berlanjut. Peserta kembali harus melewati jalan menanjak nan berliku tajam sambil memegang bambu sepanjang 8 m. Mulai dari jalan terjal berbatu hingga tanjakan yang berliku harus dilalui tiap-tiap kelompok. Ada yang terpeleset, ada yang kakinya lecet bahkan ada juga yang sandalnya pedot. Tapi, halangan dan rintangan tersebut tak memadamkan semangat para peserta. Setelah sekian lama melalui halangan dan rintangan yang berliku, akhirnya peserta sampai juga di air terjun impian. Ternyata pihak panitia menantang para peserta untuk naik ke air terjun yang lebih tinggi. Tanpa ragu pesert TFM menjawab tantangan panitia. Ternyata jalannya semakin terjal dan berduri. Setelah beberapa waktu peserta sampai juga di air terjun tertinggi. Di sana mereka meletakkan bambu masing-masing sebagai tanda keberhasilan kelompok mereka sampai pada tujuan. Tak hanya meletakkan bambu, peserta pun menikmati diginnya air terjun dengan bermain air di bawah air terjun.

Panitia kembali menantang peserta untuk melakukan game terakhir out bond. Dan peserta kembali menjawab tantangan panitia tanpa ragu. Selesai game, peserta berfoto-foto di air terjun sebelum kembali. Sesampai dipenginapan peserta langsung istirahat, makan dan bersih diri.

Setelah semua selesai, acara ditutup dengan sepatah dua kata dari ketua panitia dan pemilik penginapan. Setelah penutupan, peserta melakukan packing dan bersih-bersih penginapan.

Acara TFM 2.08 benar-benar akan menjadi kenanagan terindah dan menjadi pelajaran berharga untuk peserta maupun panitia. Diharapkan dari acara ini muncul mentor-mentor baru yang akan membawa angin perubahan di ITS khususnya dan Indonesia pada umumnya. Tentunya angin perubahan yang lebih baik, yaitu angin perubahan Islam. Karena hanya Islamlah yang mampu membawa kita pada perubahan yang hakiki. Dihapkan acara ini akan menjadi acara tahunan LP3M. Selamat berjuang Saudaraku, semoga Allah memudahkan usahamu membawa angin perubahan di ITS tercinta. [Departemen Media]

Comments»

1. Ahmad Musa'iddin - August 12, 2008

Sungguh luar biasa semangat teman-teman LP3M. Saya do’akan mudah-mudahan antum menjadi mentor yang handal yang dapat membentuk kader pejuang islam

2. rev.islam - August 14, 2008
3. mukhsi - October 17, 2008

waduh seru banget itu, subhanallah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: