jump to navigation

SEPIRING NASEHAT September 3, 2008

Posted by inqilabi in Umum.
trackback

Saat Ramadhan Menjelang

Di kala Ramadhan makin dekat, hati seorang muslim makin bergetar, khawatir apakah ia mampu melewatinya dengan kebaikan demi kebaikan, bukan dengan keburukan demi keburukan yang sering kali ia lakukan di kala bulan-bulan selain bulan Ramadhan, hatinya pun tunduk bermunajat di malam hari memohon kepada Sang Maha Kuasa, “Ya Allah, tolonglah hambamu ini agar mampu menjaga hati, mulut, dan perilaku ini dari kenistaan yang mampu mengotori bulanmu yang suci dan indah. Jadikanlah bulan ini sebagai pencuci dosa-dosaku yang telah lalu untuk melahirkan kembali diriku sebagai insan yang salih dan fitrah”.

Di kala Ramadhan makin dekat, hati seorang muslim makin berkobar, Ide-ide cemerlang dan kreatif bermunculan di otak cerdasnya untuk merancang rentetan agenda dakwah untuk penyadaran umat sekaligus penambah pahala bagi dirinya, sambil itu ia tak lupa mengkaji tsaqafah Islam untuk mengupgrade pemikiran Islam berkenaan dengan Ramadhan agar ia benar-benar tahu seperti apakah pola hidup dalam menyambut Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya.

Beberapa hal yang terlupakan

Hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS ar-Rum [30]: 30).

Dalam majalah al-wai’e edisi 63, bab memelihara fitrah, sang penulis menjelaskan bahwa

Hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama (Allah) : Kita diperintahkan oleh Allah agar kita senantiasa berpegang teguh, istiqomah di jalan yang lurus – yakni Islam – seraya meninggalkan jalan yang lain – yakni selain Islam – untuk selamanya termasuk di bulan Ramadhan.

(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu : Allah menciptakan manusia dengan karakteristik tertentu, yakni condong dan mampu menerima kebenaran Islam di dalam hatinya. Karakteristik ini perlu diciptakan untuk memenuhi tujuan penciptaan manusia – yakni diciptakan untuk beribadah pada Allah (Ad-dzariyat 56). Andaikan tidak ada syetan dari golongan jin dan manusia yang terus menggoda hati seorang manusia, tentulah semua manusia di muka bumi ini akan memeluk dan menjalan dinul Islam

Tidak ada perubahan atas fitrah Allah : Ini adalah bentuk penegasan yang Allah sampaikan kepada kita bahwa penciptaan manusia dari Adam sampai sekarang tidak pernah berubah dari sisi fitrahnya (karakteristiknya) – yakni selalu condong kepada kebaikan dan kebenaran dinul Islam. Artinya, sebenarnya kita lebih mudah dan menentramkan hati untuk meyakini dan menjalankan Islam daripada terus-menerus mengingkari dan meninggalkan Islam dalam bergaya hidup.

Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui :Ini adalah bentuk penegasan yang Allah sampaikan bahwa seperti itulah karakteristik manusia sesungguhnya dan semestinya mendorong manusia agar terus-menerus menjaga diri agar sesuai dengan fitrahnya dengan meyakini dan menjalankan Islam. Hanya saja kebanyakan manusia tidak mengerti tentang hakikat penciptaannya karena kemalasannya untuk mengkaji tsaqafah Islam. Akibatnya, kebanyakan manusia meyakini dan menjalani agama, pola hidup yang tidak Islami yang kian hari kian jauh dari fitrahnya.

Kondisi Yang Menyulitkan

Di dalam bulan Ramadhan, haruslah kita menjadikan bulan Ramadhan sebagai momen pribadi kita untuk kembali ke fitrah yakni kembali ke Islam. Caranya yakni dengan mengkaji tsaqafah Islam agar senantiasa pola pikir kita terasah menjadi pola pikir Islam. Setelah mengkaji tsaqafah Islam, kita mengamalkan tsaqafah tersebut di dalam bentuk yang nyata agar terbentukalah pola sikap Islam dan tsaqafah Islam yang telah dikaji tidak hanya berbentuk teori belaka di dalam otaknya.

Hanya saja, kondisi yang ada sekarang amat menyulitkan untuk terus menerus mengasah pola pikir dan pola sikap. Hal ini karena system kehidupan yang sekuleristik sedang menyelimuti kehidupan kaum muslimin. Ketika ingin mengasah pola pikir Islam, media-media yang merusak akal seperti buku-buku pemikiran kufur, vcd-vcd porno, sinetron-sinetron tahayul dan percintaan liar terus beredar. Ketika ingin mengasah pola sikap Islam, cemoohan, tradisi kufur dan aturan-aturan yang tidak mengindahkan Islam terus mengelilingi hidup kaum muslimin. Hal ini ibaratnya seperti kesulitan mencari alat asah pisau sehingga mengasah pisau dengan kayu. Hasilnya, tentulah jelas, pisau tidak akan pernah menajam.

Mengubah Kondisi

Kondisi ini, yakni kondisi kehidupan yang tidak Islami haruslah diubah. Kita semua sudah sedemikian paham dari pelajaran-pelajaran hidup yang telah lalu bahwa Ramadhan yang suci ini tidak memberikan perubahan yang berarti bagi kehidupan kita. Ramadhan telah banyak bergulir, namun penderitaan akibat kedzaliman penguasa kian hari kian bertambah. Melambungnya harganya kebutuhan-kebutuhan pokok – apalagi menjelang Ramadhan dan hariraya – seperti sandang, pangan, BBM sebagai buktinya yang tidak terbantahkan.

Adalah salah jika kita berharap bulan Ramadhan ini akan menjadi momen perubahan kondisi masyarakat yang kini sedang sakit, namun kita sendiri diam melihat realitas kufur yang menyelimuti kehidupan kita. Adalah salah jika kita berharap bulan Ramadhan ini akan memberikan kebarokahannya dalam berkehidupan bermasyarakat dengan hanya mengerjakan ibadah ritual semata seraya meninggalkan tugas dakwah yang telah Allah bebankan pada kita. Adalah salah jika kita berharap bulan Ramadhan ini akan mengembalikan masyarakat kembali ke fitrah, jika system kehidupan bermasyarakat tetap saja system kehidupan yang sekuler dengan manusia-manusia yang duduk di parlemen sebagai TUHANnya.

Maka, dengan semangat Ramadhan ini, marilah kita menjadi umat yang terbaik yang senantiasa menyeru kepada kebaikan, melakukan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar dimana saja kita berada. Mari kita kobarkan semangat perubahan kepada teman-teman di sekitar kita agar kondisi yang menyulitkan ini akan terganti menjadi kondisi berkehidupan Islami yang selalu dinanti.

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah (al Imran 110)

Comments»

1. noknown - August 8, 2010

bagus terutamanya sudah hampir bulan ramadhan boleh jadi panduan.

2. khairani - August 9, 2010

selamat menyambut bulan ramadan…

3. Hanifiah Sanai - August 10, 2010

Assalamualaikum…W…W…
Berpuasa jangan setakat menahan lapar dan dahaga.Renungilah bersama-sama kita semua.

4. Ra4 - January 31, 2011

Halo….Postingan terakhir tahun 2008? Mana tahun 2009, 2010, 2011?

inqilabi - December 25, 2011

Maaf, beberapa tahun belakangan tulisan yg kami buat kurang termanage dgn baik.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: